Bekas Perwira CIA Dibui 19 Tahun Atas Konspirasi Spionase China

LIGAPEDIA – Seorang bekas perwira badan intelijen Amerika Serikat, CIA dijatuhi vonis penjara 19 tahun atas konspirasi spionase. Jaksa penuntut menyebut dia menerima lebih dari US$ 840 ribu dari China untuk membocorkan nama-nama aset rahasia CIA dan pengetahuannya tentang aktivitas mata-mata CIA.

Vonis penjara tersebut dijatuhkan dalam persidangan yang digelar pada Jumat (22/11) waktu setempat setelah Jerry Chun Shing Lee mengaku bersalah atas konspirasi melakukan spionase. Namun jaksa dan pengacara berbeda pendapat tentang apakah ada bukti Lee melakukan spionase yang sebenarnya. Para pengacara pria berumur 55 tahun itu menyatakan bahwa tindakan klien mereka tidak sama parahnya dengan yang digambarkan pemerintah.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa para petugas intelijen China memberi Lee lebih dari US$ 840.000 selama periode tiga tahun yang dimulai pada tahun 2010, dan bahwa Lee kemungkinan memberi mereka semua informasi yang dia dapatkan selama 13 tahun kariernya sebagai petugas kasus CIA. Para jaksa menuntut hukuman penjara lebih dari 20 tahun.

Namun pengacara Lee mengatakan seperti dilansir kantor berita AP, Sabtu (23/11/2019), pemerintah tidak pernah membuktikan bahwa uang itu berasal dari China atau bahwa Lee pernah melakukan rencana untuk memberikan rahasia pemerintah.

“Apa yang pemerintah gambarkan adalah mimpi terburuk yang mungkin mereka alami,” kata pengacara Nina Ginsberg, tetapi dia berpendapat bahwa pemerintah hanya bisa berspekulasi bahwa skenario mimpi buruknya benar-benar terjadi.

Jaksa penuntut mengakui bahwa mereka tidak memiliki bukti langsung untuk membuktikan apa yang dikirimkan, atau bukti bahwa US$ 840.000 uang tunai yang disetor Lee ke rekening banknya berasal dari intelijen China.

Tetapi jaksa penuntut mengatakan Lee tidak pernah bisa memberikan penjelasan yang bagus tentang dari mana dia mendapatkan uang tunai tersebut. Dia menjalankan bisnis tembakau di Hong Kong, tetapi pada dasarnya itu gagal, kata jaksa penuntut.

“Satu-satunya kesimpulan yang logis,” kata jaksa penuntut Neil Hammerstrom, adalah bahwa intelijen China “pasti mendapatkan informasi (kualitas) terbaik dari terdakwa ini.”

Lee disebut telah menyimpan data berisikan informasi rahasia tentang aktivitas, lokasi serta jadwal operasi rahasia CIA di komputer miliknya.

Penggeledahan FBI pada 2012 di kamar hotel Honolulu, yang dipesan atas nama Lee, juga menemukan catatan tangan milik Lee. Catatan tersebut menjelaskan pekerjaannya sebagai agen CIA sebelum 2004, termasuk catatan mengenai intelijen dari aset CIA, nama asli aset, lokasi rapat operasional, nomor telepon serta informasi tentang fasilitas rahasia.

SUMBER : Detik.com