Beredar Surat Helmy Yahya Dinonaktifkan dari Dirut TVRI

Jakarta, CNN Indonesia — Helmy Yahya dilaporkan telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Direktur Utama Televisi Republik Indonesia oleh Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI.

Hal itu tercantum dalam SK Dewan Pengawas LPP TVRI Nomor 3 Tahun 2019 tertanggal 4 Desember 2019, yang beredar lewat media sosial, Kamis (5/12).

BERITA HIBURAN PILIHAN
Budayawan: Ganjar Pranowo Tidak Etis soal Suka Film Porno
Film Dokumenter Taylor Swift Rilis di Netflix Awal 2020
Cinepolis Indonesia Targetkan Jual 20 Juta Tiket pada 2020
“Menonaktifkan sementara Saudara Helmy Yahya, MPA, AK, CPMA, CA, sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia,” tulis pernyataan tersebut yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Arief Hidayat Thamrin.

“Selama nonaktif sementara sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia, yang bersangkutan tetap mendapatkan penghasilan sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia,” lanjut pernyataan poin kedua.

Setelah memutuskan menonaktifkan Helmy Yahya, Dewan Pengawas memutuskan menetapkan Supriyono yang sebelumnya menjabat Direktur Teknik LPP TVRI sebagai Pelaksana Tugas Harian (Plt) LPP TVRI.

Surat keputusan tersebut tidak mencantumkan alasan mendetail terkait penonaktifan Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi pihak Humas TVRI dan Helmy Yahya untuk meminta tanggapan atas surat keputusan yang beredar tersebut, namun keduanya belum memberikan respons hingga berita ini dinaikkan.

Helmy Yahya menjabat sebagai Dirut TVRI untuk periode 2017-2022. Selama dua tahun terakhir menjabat televisi milik pemerintah tersebut, Helmy telah melakukan serangkaian perubahan pada stasiun televisi itu.

Helmy Yahya mengubah citra TVRI mulai dari logo, membawa Liga Premier, hingga menarik pembaca berita dari kalangan muda. TVRI juga tercatat mendapatkan anugerah televisi ramah anak dari KPI.

sumber : cnnindonesia.com