Dikasih Duit Rp 900 Jutaan tapi Tinggal di Pulau Terpencil, Mau?

Argyll – Negara satu ini terkenal dengan keindahan alamnya. Ya, Skotlandia ingin menarik perhatian dengan kasih uang untuk wisatawan.
Dilansir dari The National, Obligasi Kepulauan Pemerintah s berinisiatif untuk menetapkan proposal hibah kepada 100 wisatawan. Wisatawan ini akan diberi uang dengan syarat harus tinggal di pulau terpencil.

Uang yang ditawarkan hingga 500.000 Pound sterling atau sekitar Rp 990an juta. Target turisnya adalah kaum millenial dan keluarga. Uang ini nantinya bisa digunakan untuk membantu mereka untuk membeli rumah baru, merenovasi bangunan atau berinvestasi dalam bisnis lokal di pulau tersebut.

Alasan pemerintah memilih pulau terpencil karena kawasan ini sudah mulai terancam depopulasi. Ada sembilan pulau yang masuk daftar ada 9 yaitu, Argyll, Arran, Lewis dan Harris, Orkney, Shetland, Skye, Uist dan Barra.

Skema baru ini sedang dalam tahapan konsultasi dengan orang-orang dari 9 pulau tersebut. Pemerintah sedang memberikan survei online kepada pihak yang berkepentingan di seluruh negeri.

“Masing-masing pulau kami unik dan konsultasi ini akan membantu kami memahami beberapa tantangan populasi di seluruh pulau kami dan memastikan bahwa kami dapat mengatasinya dengan benar,” ujr Sekretaris Kepulauan Mairi Geougeon.

Jika berhasil, promosi yang diberi nama Islands Bond ini akan dimulai tahun 2022. Proposal lima tahun ini diatur untuk mengisi kembali pulau-pulau terpencil di sana dan melestarikan komunitas pulau dan budaya yang kian berkurang.

Di Colonsay, bagian dari wilayah Pulau Argyll saat ini hanya dihuni kurang dari 130 jiwa. Penduduk yang berusia 50 tahun tidak lebih dari 30 orang. Sementara itu, satu-satunya sekolah dasar di sana hanya memiliki empat orang siswa.

Sebuah studi tahun 2020 dari Kantor Statistik Nasional menemukan bahwa masyarakat pedesaan dan pulau adalah yang paling parah terkena dampak depopulasi di Skotlandia.

Meski begitu, program ini juga mendapat kritik dari berbagai pihak. Tak sedikit yang berpendapat bahwa program ini hanya membuang-buang uang. Akan lebih baik kalau uanganya digunakan untuk rencana infrastruktur atau diberikan langsung kepada yang membutuhkan.

Masih belum pasti bagaimana program ini akan berjalan. Tapi apakah traveler tergiur?

Sumber : detik