Dosa Turis di Bali: Jadi Pencuri

Jakarta – Bali sedang menyusun aturan untuk melawan turis nakal. Termasuk, mungkin salah satunya aksi pencurian yang dilakukan turis di sana.

Tak dimungkiri, ada banyak turis nakal di Bali. Ada yang mabuk-mabukan sampai lepas kontrol, melecehkan tempat suci seperti pura dengan tingkah yang konyol, hingga melakukan aksi pencurian. Bikin warga setempat dan turis lainnya tidak nyaman.

Pihak Pemprov Bali sedang menyusun peraturan daerah yang mengatur tentang pariwisata. Peraturan tersebut, nantinya berisikan beragam etika dan larangan yang harus dituruti turis selama plesiran di Bali.

detikcom merangkum berbagai aksi turis nakal yang mencuri di Bali, selama tahun 2019. Beberapa kasusnya turut diberitakan media internasional.

  1. Turis India Curi Barang di Villa

Bulan Juli 2019 kemarin, beredar video viral yang menampilkan momen saat petugas keamanan membongkar koper milik turis India di sebuah vila di Gianyar, Bali. Rupanya di dalam koper tersebut didapati barang-barang milik hotel seperti gantungan baju, lotion, handuk, hingga speaker.

Serombongan turis asal India itu membawa pulang barang-barang tersebut tanpa sepengetahuan pihak hotel. Awalnya mereka tidak mengaku, namun setelah dilakukan penggeledahan, akhirnya mereka pun mengakui perbuatannya.

(Istimewa)(Istimewa)

Mereka meminta maaf dan memohon agar kasus ini dibawa ke polisi. Salah satu dari mereka bahkan mengatakan akan membayar kerugian pihak vila untuk barang hotel yang hilang.

Kasus ini tak hanya jadi pemberitaan media di Indonesia saja. Media Internasional pun menyoroti kasus ini, seperti contohnya Daily Mail dari Inggris hingga Strait Times dari Singapura.

  1. Turis Prancis Nyolong 2 Botol Vodka di Ubud

November 2019, dua turis Prancis Joassard Sthepane Christian Jean Luc (37), ketahuan nyolong dua botol vodka di supermarket di kawasan Ubud, Gianyar, Bali. Joassard sempat ditangkap polisi sebelum akhirnya dibebaskan karena berdamai.

“Pelaku masuk ke dalam Pepito dan mengambil dua buah botol miras jenis vodka dan memasukkannya ke dalam tas gendong yang dibawa pelaku tanpa melakukan pembayaran,” kata Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana saat dimintai konfirmasi.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (20/11) pukul 21.00 Wita. Ulah Joassard ketahuan karena gerak-geriknya mencurigakan.

“Gerak-gerik pelaku sudah dicurigai oleh saksi dan selanjutnya melakukan penggeledahan dan melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Ubud,” jelasnya.

Namun kasus pencurian ini tidak diproses. Nuryana mengatakan bule Prancis tersebut akhirnya sudah berdamai dan membayar 2 botol vodka senilai Rp 3,4 juta.

sumber : detik.com