Negara Kaya-raya Tanpa Militer, Utang, dan Bandara sedang Berduka

Liechtenstein oh Liechtenstein, negara tajir-melintir sedang berduka. Negara ini baru saja kehilangan putri kerajaan.
Dilansir dari AFP, Senin (23/8/2021), putri kerajaan, Putri Mariem meninggal dunia pada Sabtu (21/8) malam. Putri Marie adalah istri dari pemimpin Kerajaan Liechtenstein, Pangeran Hans-Adan II.

Putri Marie meninggal dunia akibat serangan stroke
Putri Marie sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong.

“Setelah menerima ritual perpisahan, Putri meninggal dengan tenang,” demikian pernyataan kerajaan.
Tinggal di negaratajir tanpa utang, bukan berarti kehidupan Putri Marie selalu menyenangkan.

Bersama suami, Putri Marie memilih menjauh dari kehidupan publik di Liechtenstein.

Putri Marie lahir di Praha di tahun 1940. Putri Marie merupakan keturunan dari pasangan Count Ferdinand Carld Kinsky von Wchinits und Tetau dan Countess Henriette.
Keluarga Putri Marie sempat terusir pada tahun 1945 dari Chekoslovakia. Saat itu, mereka masih tinggal di sana. Putri Marie dan keluarga sempat tinggal di Jerman dalam masa eksil tersebut.

Pada tahun 1965, Putri Marie dan Pangeran Hans-Adam II bertunangan di Munich. Mereka menikah 2 tahun kemudian.

Pangeran Hans-Adam II menyerahkan urusan dalam negeri kepada anak tertuanya, Pangeran Alois. Negara kecil ini memiliki penduduk sekitar 40.000 jiwa.

Liechtenstein luasnya hanya 160 km persegi dengan letak geografis pegunungan. Negara ini juga disebut double landlocked alias terkunci ganda. Negara ini berbatasan langsung dengan Swiss dan Austria yang juga adalah landlocked alias berbatasan dengan negara lain.

Awalnya, negara ini adalah daerah pedesaan miskin di Lembah Alpen yang terdiri atas wilayah Schellenberg dan Vaduz. Pedesaan ini akhirnya dibeli oleh Pangeran Johannn Adam dari Dinasti Liechtenstein pada 1699 dan 1712
Dinasti Liechtenstein atau Das Furstenhaus von Liechtenstein merupakan salah satu dinasti aristokrat yang terpandang dan dikenal memiliki kekayaan melimpah di Kekaisaran Habsburg, Austria.

Setelah membeli dua wilayah di Pegunungan Alpen, akhirnya Dinasti Liechtenstein memiliki status penguasa suatu wilayah sebagai syarat untuk mendapatkan kursi di Parlemen Austria di Wina.

Butuh waktu 200 tahun sampai akhirnya seorang pangeran datang datang tinggal di sana. Ia adalah Pangeran Franz Josef II, ayah dari Hans-Adam II, mertua dari Putri Marie, dan mulai berdomisili pada tahun 1938.